Sabtu, 09 Desember 2017

Rabu, 06 Desember 2017

Sistem Respirasi Avertebrata, Vertebrata



A. PORIFERA

Hewan yang berasal dari filum Porifera atau kelompok hewan berpori tubuhnya tersusun atas banyak sel dan memilki jaringan yang sangat sederhana. 

Hewan ini banyak ditemukan di pantai atau laut. 

Porifera tidak memiliki alat pernafasan khusus.Alat respirasinya masih sangat sederhana.

Air yang mengandung oksigen terlarut masuk melalui pori-pori tubuhnya.

Selanjutnya oksigen yang terlarut dalam air masuk melalui sel-sel permukaan tubuhnya, yaitu sel koanosit secara difusi. 

Rabu, 29 November 2017

Usaha - Usaha Penanggulangan Kepunahan Orang Utan




USAHA-USAHA UNTUK MENANGGULANGI KEPUNAHAN ORANGUTAN


MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Biokonservasi
Yang Diampu oleh Prof. Ir. Suhadi, M. Si.





Oleh:
1.      Alfiani Rahmawati                110342422037
2.      Ima Aprillia Hariyanti           110342406478
3.      Siti Lutvaniyah                      110342406474





The Learning University


UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
September 2014

Selasa, 28 Januari 2014

Laporan Fisiologi Tumbuhan Respirasi pada Tanaman




Topik              : Respirasi Pada Tumbuhan
Tujuan           : Mengetahui pengaruh suhu terhadap laju respirasi kecambah
Dasar Teori
Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi di bagian daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan kloropil yang berada di dalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1985)

Minggu, 08 Desember 2013

Kamis, 28 November 2013

Regulation of Gene Expression and Development in Eukaryotes I




Regulation of Gene Expression and Development in Eukaryotes


RESUME
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
Genetika II
Yang dibina oleh Prof. Dr. A. Duran Corebima, M.Pd



Oleh :
Bintang Kusuma T.H.             110342422008
Elhah N. Khasna                     110342422034







 










UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
September, 2013

Senin, 21 Oktober 2013

Makalah Kelaparan Di Malang





BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kelaparan adalah suatu masalah serius bagi manusia, dimana kebutuhan gizi dari individu kurang tercukupi. Dalam mata kuliah biosos ini, kami langsung turun ke lapangan guna melihat langsung kehidupan dari seorang wanita dan anaknya yang hidup di pemukiman padat penduduk dengan kelaparan. Kami memang mencari subject amatan yang berdomisili di daerah kota bukan di daerah kabupaten atau pinggiran kota, kami ingin melihat bagaimana cara orang yang kelaparan dapat bertahan hidup. Bagaimana aspek sosial dengan tetangga dan dengan pemerintah terjadi untuk  mengurangi rasa lapar dari seorang manusia, melihat lebih lanjut apa yang menyebabkan terjadinya kelaparan di daerah kota, apa solusi dari kelaparan dan bagaimana orang yang kelaparan dapat bertahan hidup secara normal.

Rabu, 02 Oktober 2013

Senin, 30 September 2013

Selasa, 18 Juni 2013

Resume Anatomi Tumbuhan Parenkim




PARENKIM
Parenkim merupakan jaringan dasar yang medasari jaringan-jaringan lainnya, misal jaringn buluh angkut. Pada struktur primer, parenkim berkembangan dari meristem dasar, sedangkan yang berhubungan dengan unsur-unsur vaskular berkembang dari prokambium atau kambium. Felogen (kambium gabus) pada banyak tumbuhan juga menghasilkan parenkima (feloderma). Parenkima terdiri atas sel-sel hidup yang dengan berbagai bentuk dan fungsi yang berbeda. Sel-sel parenkima dewasa dapat mengulang kembali aktivitas meristematik apabila lingkungannya diubah secara buatan

Kamis, 16 Mei 2013

FENOMENA AKIBAT ANEUPLOIDI KROMOSOSM KELAMIN PADA MANUSIA DAN PEMBALIKAN KELAMIN




Hermaproditisma dan Fenomena Akibat Aneuploidi Kromosom Kelamin pada Manusia

            Fenomena aneuploidi kromosom kelamin pada manusia biasanya terlihat  pada fenotip alat-alat kelamin yan mengalami pertumbuhan tak lazim. Banyak sekali fenomena tak lazim tersebut yang dapat bermula sejak sebelum atau selama fertilisasi, selama diferensiasi jaringan, atau setelah diferensiasi jaringan yaitu selama periode pertumbuhan dan perkembangan. Berikut merupakan beberapa fenomena tersebut:

Jumat, 19 April 2013

pengamatan mandiri herbarium malangensis



BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang kaya dengan tumbuhan. Tumbuhan di Indonesia sangat beragam, sehingga perlu diadakan pengamatan lebih lanjut untuk mengetahui tumbuhan yang berpotensi untuk dimanfaatkan dan dilestarikan. Pengamatan ini dilakukan dengan membandingkan ciri morfologi dari kelompok tumbuhan monokotil maupun dikotil.

makalah struktur umum membran sel




BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LatarBelakang
            Selmerupakan unit kehidupan yang paling sederhana, danselmerupakan unit fungsionaldan unit struktural.Meskipunselmerupakanbagianterkecildarisuatuorganisme, bukanberartiseltidakmelakukanaktivitasdidalamnya.Selbersifatdinamis, artinyaselmampumelakukangerakkarenaselituhidup.Hal tersebuttentunyadidukungolehadanyamembransel yang bisamelindungiseldarilingkunganluarnya.
          

Senin, 11 Februari 2013

curhat doang..



Sekarang ini lagi ujan gerimis, dari kemaren sih sebenernya. Mau ngapa-ngapain itu bingung. Palingan cuman ngutek gadget, ato laptop. Ngutek gadget juga paling banter chatting. Sms juga sih kadang-kadang.  Habisnya mau nonton juga gak ada film yang bagus di tivi. Jadi ya cuma di kamar, minum teh anget sambil chatting.

Kamis, 31 Januari 2013

makalah anatomi buah




BUAH

Pembentukan buah terjadi setelah peristiwa fertilisasi (pembuahan). Dinding ovarium akan menjadi dinding buah dan bakal buah akan menjadi buah.
Buah dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu buah sejati dan buah semu. Berdasarkan asalnya, buah diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu buah sejati tunggal, buah sejati ganda, dan buah sejati majemuk.
a.       Buah yang berasal dari pertumbuhan ovarium disebut dengan buah sejati. Contohnya : pepaya (Carica papaya), mentimun (Cucumis sativus), buncis (Phaseolus vulgaris), mangga (Mangifera indica), anggur (Vitis vinifera).
-          Buah sejati tunggal berasal dari bunga tunggal atau bunga majemuk yang masing-masing bunga tersebut akan membentuk satu buah. Buah tunggal dapat berupa buah kering atau buah berdaging. Buah sejati tunggal yang kering dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu  :
(1) Buah sejati tunggal kering yang hanya mengandung satu biji, dan biasanya kalau masak tidak pecah, dan

Kamis, 21 Juni 2012

Minggu, 29 April 2012